Showing posts with label SUFI. Show all posts
Showing posts with label SUFI. Show all posts

Thursday, February 5, 2009

Apakah TASAWUF itu Termasuk Syariat Islam?

Saya jadi ingat oleh salah seorang koresponden yang mengatakan banyak orang belajar tasawuf tapi mengingkari adanya tarekat, “tasawuf yes, tarekat no”. Dan ketika pertama kali saya bersentuhan dengan Tasawuf, salah seorang kakak saya mengatakan, Tasawuf dan Tarekat “Bid’ah”. Bahkan almh. Ibu sempat mengiyakan, tapi ketika di taklimnya memperkenalkan kata tasawuf dan mengajarkannya barulah beliau teringat akan ‘ketertarikaan’ saya pada dunia ini.

Sebenarnya “tasawuf” adalah satu bagian ibadah kepada Allah yang menitikberatkan kepada pensucian hati sanubari. Dengan membersihkan hati dari semua noda (tazkiatun nafs) itu manusia akan mampu dekat pada Allah istilahnya ma’rifat.

Untuk bertemu dengan Allah haruslah dengan pendekatan ghaib yang ada pada setiap diri manusia, yaitu HATI sanubari. Hati bagian dari sebuah benda yang disebut batin yaitu sesuatu yang ghaif yang hanya Allah sendiri mengetahuinya.

Disalah satu buku referensi saya; Existensialism in the Islamic and Western Educational Philosophies mengatakan kata hikmah; man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu, yang artinya “Siapa yang dapat mengenali dirinya dapat mengenali/ma’rifat kepada Allah”.

Jika anda tahu sebenarnya dasar-dasar tasawuf bersumber dari Al-Quran, Al-Hadist dan hasil-hasil pengamalan para Sufi, para Aulia’ dan orang-orang yang shalih. Rasulullah orang pertama yang meletakkan dasar-dasar dan mengamalkan tasawuf melalui Malaikat Jibril dan setelah menerima syariat Islam yang mengatur peribadatan lahir yang disebut jawarih seperti shalat dan sebagainya.

Tasawuf merupakan ibadah bathin dan syariat yang merupakan ibadah lahir maka itu harus menyatu. Dua ibadah tersebut tidak boleh berpisah satu dengan yang lain. Ditegaskan oleh Imam Madinah dan pembangun Mazhab ke-2 Malik bin Anas dengan mengatakan: “Orang yang mengamalkan tasawuf tanpa mengamalkan syariat akan menjadi zindiq (menyimpang dari aqidah Islam dan sebaliknya orang yang mengamalkan syariat tanpa mengamalkan tasawuf akan menjadi orang fasik dan orang yang mengamalkan keduanya (tasawuf dan syariat) akan mendapat hasil yang diridhai Allah”.

Siapakah orang yang pertamakali mengamalkan tasawuf?

  1. Adalah Imam ‘Ali bin Abu Thalib ra kemudian diteruskan oleh al-Hasan al Bashri (Basrah w. 110 H).
  2. Lalu diturunkan oleh Habib al ‘Ajami kemudian Abu Sulaiman Daud-Tha-I (Basrah w. tahun 160 H).
  3. Lalu Abu Mahfuzh Ma’ruf bin Faeruz al-Karkhi dan Abu-Hasan Sirry bin Mughlis al-Siqthy keduanya dari Bashrah dan Baghdad wafat tahun 151 H.
  4. dari Imam Sirry al-Siqthy, tasawuf sampai kepada Imam Tharigah Tasawuf dan Imam Perumus serta pembangun ajaran al-Haqiqah (ma’rifat-haqiqah) yaitu Abu-Qasim Muhammad bin al-Junaid yang kemudian dikenal dengan Imam al-Junaid al-Baghdadi.
  5. Al-Baghdadi yang sampai sekarang menjadi Imam Thariqah penganut Allussunah wal Jamaah dari Maroko sampai ASEAN (termasuk Indonesia) ini berasal dari daerah Nahawan Persia dan dibesarkan di Baqhdad hidup dimasa Imam Syafi’i di Baqhdad.

Imam al-Junaid al-Baqhdad dalam fiqih mengikuti Imam Abu Tsaur dan aliran tasawufnya sama dengan aliran pamannya yang hidup dimasa Imam al-Muhasibi yang keduanya itu hidup di Baqhdad.

Kemudian Syeikh Junaid al-Baqhdad ini wafat tahun 297 H dimakamkan di al-Karkh Baqhdad berdekatan dengan pamannya Sirry al-Siqhty inilah yang menyebarkan tasawuf dan thariqah di seluruh dunia yang menyebar sampai ke Indonesia.

Jadi tasawuf dan thariqah keduanya adalah termasuk syariat Islam yang telah diamalkan oleh Rasul dan para Sahabat dan diikuti oleh ummat Islam di dunia.

Imam Ghazali berpendapat bahwa kedudukan hukun mengamalkan tasawuf adalah fardhu ‘ain yaitu kewajiban yang harus dilakukan perorangan bukan fardhu kifayah yang cukup dilakukan oleh segolongan orang saja.

Thursday, January 29, 2009

Uwes al-Qorni; 60 BAHAYA L I S A N

Spesifikasi Buku
Penerbit : Remaja Rosdakarya Bandung
Pengarang : Uwes al-Qorni
Tebal : 156 Hal.
Tahun : Cetakan ke empat, Mei 2001
Harga : Rp.25.000
Tgl Beli : Rabu, August 7, 2002

Sering kali kita tergelincir lidah dalam perkatan pendek, panjang atau sekedarnya. Dan hal ini banyak terjadi pada diri manusia. Padahal jika tahu bagaimana bahaya lidah/lisan sungguh anda akan berandai-andai lebih baik bisu dari pada akhirnya petaka yang terjadi.

Berapa banyak orang yang hanya karena lisanya yang serba terlanjur dapat menimbulkan perpecahan dan keributan. Gara-gara bahaya lisan hubungan orang tua dengan anak terputus, hubungan antar saudara putus, hubungan pertemanan putus, hubungan persahabatan putus, hubungan kerabat putus, hubungan rekan kerja putus dan sebagainya.

Peran dan pengaruh lisan sangat besar sekali dalam mempengaruhi baik-buruknya aktivitas tubuh dan semua hubungan manusia. Rasulullah bersabda;”Apabila anak Adam mulai beramal di pagi hari seluruh anggota tubuh mempercayakan lisan (agar berhati-hati). Mereka berpesan, “Wahai lisan, bertakwalah kepada Allah dalam membawa kami. Kami bergantung kepadamu. Jika kamu lurus, kami pun lurus. Jika kamu bengkok, kami bengkok.” (H.R. Turmudzi dari Abi Sa’id al Khudri).

Bahkan anda bisa tahu bagaimana kondisi hati seseorang dari lurus-tidaknya ketika lawan bicara anada berbicara. Rasulullah bersabda, Iman seseorang tidak akan istiqomah, kecuali jika hatinya istiqomah. Hati tidak akan istiqomah, kecuali jika lisannya istiqomah. (HR Ahmad dari Anas)

Anda perhatikan dan amati saja kondisi lisan seseorang yang bicaranya kaku, kurang gairah, dan tidak terarah (mengacau) itu menunjukkan bahwa hatinya pun seperti itu. Lisan seseorang yang berbicara buruk (jorok) menunjukkan kondisi hatinya sedang bermasalah tentang apa yang di ucapkannya. Dan sebaliknya, lisan yang fasih, tegar, dan penuh percaya diri merupakan gambaran kondisi hati seseorang yang tenang dan baik (bersemangat).

Seorang ahli Hikmah berkata, Jika akal seseorang sudah sempurna (baik), maka dia bakal sedikit bicaranya. Yakinlah atas kepicikan seseorang, jika dia terlalu banyak omong dan BICARA MENYINGGUNG.

Dibuku ini memaparkan sebanyak 60 bahaya lisan yang buruk dari;

  • ucapan kufur,
  • ucapan yang mendekati kufur,
  • salah ucap,
  • berbohong,
  • menyindir tanpa tujuan,
  • mengumpat,
  • Namimah (Fitnah),
  • Sikhriyyah(menghina/mencemooh),
  • Li’an (ucapan laknat),
  • Sibabah (mencela),
  • Al-Fahsyu (berkata jorok/jijik/porno),
  • Al-Ta’yir(mempermalukan orang didepan ornag lain),
  • Niyahah (ratapan keras pada mayat),
  • Al-mira (menyela bicara ornag dan menghinanya),
  • Mujadalah (debat), Khusumah (bertengkar),
  • Taghanni (bernyanyi),
  • membuka rahasia,
  • bergabung dalam obrolan maksiat,
  • Ucapan munafik dan sebagainya.

Dan masih banyak lagi berisikan 60 perkataan lisan yang membahayakan selain itu tentu akan lebih dari 60 jika di uraikan bagaimana bahaya lisan yang buruk dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti halnya di halaman 76, dikatakan; Orang yang paling besar kesalahannya pada hari kiamat adalah orang yang paling sering bergabung dalam pembicaraan yang buruk (jorok/jijik/porno)-(HR. Thabrani dari Ibnu Masud)

Sering kali kita mengobral kata-kata padahal setiap perkataan akan dipertanggung jawabkan di akhirat nanti. Rasulullah bersabda; “Ada orang yang mengatakan suatu kalimat yang menurutnya tidak apa-apa tetapi ternyata membuatnya terlempar ke NERAKA SELAMA 70 tahun”(HR. Turmudzi dari Abu Hurairah). Juga terkadang kita suka tak sengaja mengolok seseorang padahal di Quran surat Al- Hujurat 11 dikatak; “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-ngolokkan kaum yang lain. (Karena) boleh jadi mereka (yang diperolokkan) itu lebih baik daripada mereka (yang memperolokkan).

Serta sering juga anda dengan sengaja MENYINDIR seseorang tanpa tujuan yang jelas, padahal sindiran tersebut hanyalah praduga untuk memancing reaksi lawan yang disindir, karena anda ingin mendapat jawaban dari dugaan tersebut, sunguh perbuatan ini yang hanya akan menggelincirkan anda dari perbuatan dosa.

Rasulullah pernah bertanya kepada para sahabat, “Amal apa yang paling dicintai Allah?” Para sahabat terdiam, tidak menjawab. Kemudian Rasulullah bersabda, “Amal yang paling dicintai Allah adalah MENJAGA LISAN.” (HR. Imam Baihaqi dari Abi Juhfah).

Monday, November 17, 2008

Penyakit HAti

Spesifikasi Buku

Penerbit : Remaja Rosdakarya
Pengarang : Uwes Al-Qorni
Tebal : 247 Hal
Tahun : 2001
Harga : Rp. 15.000
Tgl Beli : kamis, April 5, 2001


Tema buku ini pas banget bagi yang ingin mengetahui seperti apa PENYAKIT HATI itu; dipaparkan sebanyak 60 ciri penyakit hati secara deskriptif juga dibahas bagaimana mendiagnosa berbagai penyebabnya, dan formulasi penyembuhannya.

Imam Ali bin Ai Thali pernah berkata, “Tubuh kita ini selalu melewati 6 keadaan, yaitu SEHAT, SAKIT, MATI, HIDUP, TIDUR, dan BANGUN. Begitu pula ruh (HATI).

  • Hidupnya HATI adalah berkat bertambahnya ilmu, dan

  • Matinya HATI adalah akibat tidak adanya ilmu.

  • Sehatnya HATI adalah berkat keyakinan,

  • Sakitnya HATI dikarenakan keragu-raguan,

  • Tidurnya HATI dikarenakan kelalaian, dan

  • Bangunnya HATI berasal dari dzikir yang dilakukan.

Dengan membaca buku ini supaya kita meraih hati yang tentram (qalbun salim).

Wednesday, November 12, 2008

Sucikan HATI Teguhkan JIWA


Spesifikasi Buku
Penerbit : Media Insani
Pengarang : Ibnu Mahali Abdullah Umar
Tebal : 244 Hal.
Tahun : 2001
Harga : Rp. 14.900
Tgl Beli : Kamis, Apryl 5,2001

Qad aflaha man tazakka = sungguh sangat beruntunglah orang yang mensucikan jiwa, adalah yang mengeluarkan sedekah harta, atau membayar zakat. Waqad khaba man dassaha = sungguh merugi orang yang mengotorinya, adalah yang enggan bersedekah atau membayar zakat. Sebab dengan tidak mengeluarkan zakat, berarti dia telah mengabaikan hak Allah dan hak sesama manusia.

Kau mengharapkan keselamatan

Sedang dirimu

Tidak melangkahkan kaki

Menelusuri jalan

Sungguh, sebuah perahu

Tak kan mungkin

Berjalan di atas daratan

Pembukaan pada halaman buku ini dengan sebuah puisi indah yang mengetuk hati kita, dan kita simak apa saja isi bab-babnya;

  • Ikhlas beramal
  • Keistimewaan niat
  • Ilmu dan amal
  • Keistimewaan hati;
    1. Macam dan kriteria hati
    2. Pengelompokan hati manusia
    3. Ciri-ciri hati yang sakit
    4. Ciri-ciri hati yang sehat
    5. Faktor penyebab hati sakit
    6. Empat macam racun hati
    7. Menjadikan hati tetap hidup
  • Keistimewaan zuhud (menjauhi keinginan dan kesenangan terhadap kemewahan dunia)
    1. Zuhud terhadap dunia
    2. Tingkatan zuhud
  • Memelihara nafsu
    1. Nafsu Muthmainnah = merasa tenang bersama Allah, tenteram ketika mengingat Allah
    2. Nafsu Lawwamah = nafsu yang tidak pernah konsisten atau stabil di atas satu keadaan, sering berubah baik dalam pendirian dan prilaku.
    3. Nafsu Ammarah Bis-suk = nafsu yang tercela
    4. Mensiasati nasfu
    5. Faedah mensiasati nafsu
  • Keistimewaan sabar
    1. Hakikat Sabar
    2. Pengelompokkan sabar
    3. Kedalaman nilai sabar
  • Keistimewaan syukur
  • Keistimewaan tawakal (bergantungnya HATI kepada Allah secara sungguh-sungguh dalam meraih kemaslahatan dan mencegah kemudharatan berhubungan dengan dunia dan ukhrawi)
  • Mahabah = Cinta kepada Allah
  • Ridha (lapang jiwa dalam menerima takdir Allah yang menghapuskan rasa sakit dari musibah karena sudah adanya keyakinan) terhadap takdir Allah
  • Mengharap rahmat Allah

1. Kedalaman nilai Raja’ (perasaan tenang dalam hati untuk menanti apa yang menjadi harapannya).

2. Nasehat ulama tentang Raja’

  • Takut kepada Allah

1. Keistimewaan Khauf (takut)

2. Kedalaman nilai Khauf

  • Kemewahan dunia

1. Persepsi manusia atas dunia

2. Bahaya mencintai dunia

  • Keistimewaan Taubat (kembali pada jalan yang benar/kembali kepada Allah)

1. Taubat nashuha (murni/sungguh-sungguh)

2. Rahasia taubat

Untuk memulai memasuki dasar-dasar tasawuf buku ini baik sebaik sebagai referensi, pembahasan yang sederhana, jelas dan dengan bahasa yang mudah di mengerti untuk orang awam sekalipun.

Bersihnya HATI

Akan membaikkan PERILAKU

Kotornya HATI

Akan memburukkan Perilaku

Mustahil HAti yang kotor

Menghasilkan tindakan

Yang BENAR lagi BAIK

***

MENSUCIKAN JIWA ( Tazkiyatun NAFS )


Spesifikasi Buku

Judul Asli : Al-Mustakhlash Fi Tazkiyatil-Anfus
Penerbit : Pena Pundi Aksara
Pengarang : Sa’id Hawwa
Tebal : 700 Hal.
Tahun : Feb. 2008
Harga : Rp. 81.000
Tgl Beli : Samstag, June 21, 2008


Buku-buku jenis ini memang banyak semua berinti pada kitab Ihya Ulumuddin-Imam Al-Ghazali. Saya pun punya buku tersebut tetapi mengapa saya membeli buku dalam versi pemikiran Said Hawwa? Karena ternyata ketika buku pertama yang bercover merah hati, hitam dan biru yang saya pinjam dari seorang teman (Estu-MM YAI).

Saya sampai berdecak Subhannallah… bagusnya pembahasan Sa’id Hawwa ini dan segeralah saya memburu buku ini dan lebih terkaget lagi ternyata buku ini sudah menjadi BEST SELLER dalam kurun waktu 3 tahun dari buku yang pertama, sudah berganti cover dan penerbit juga diiklan majalah Tarbawi buku ini diterbitkan pula oleh penerbit lain.

Bagaimana kalau kita lihat isi buku ini apa saja yang di bahas;

  • Tentang Adab guru dan murid; tugas-tugas pembimbing dan pengajar
  • Sarana-sarana asasi penyucian jiwa
    • Shalat
    • Zakat dan infak
    • Puasa
    • Haji
    • Membaca Alquran
    • Zikir
    • Tafakkur
    • Mengingat mati dan pendek angan-angan
    • Muraqabah, Muhasabah, Mujahadah, dan Mu’aqabah
    • Amar ma’ruf nahi mungkar dan jihad
    • Berkhidmat dan Tawadhu’
    • Mengetahui dan menutup pintu-pintu masuk syetan
    • Mengenal penyakit hati penyembuhan dan kesehatannya
    • Arti menyucikan diri
  • Tahaqquq
  • Takhalluq
  • Hasil-hasil penyucian jiwa
  • Etika hubungan

Sebenarnya daftar isi yang saya tulis diatas hanya bagian 1- 6 dan tiap bagian ada sub bagiannya lagi yang mengapa tidak saya tulis karena sangat panjang. Ada baiknya teman-teman memiliki buku ini karena meskipun mungkin sudah punya buku Ihya ulumuddin untuk mengembangkan pengetahuan ada baiknya mempunyai buku dari sudut pandang pakar Sufi yang lain.

Sa’id Hawwa lahir di Suriah 1935 M beliau aktif dakwah di berbagai Negara, menjadi nara sumber seminar dan beliau juga mewariskan karya-karya besar sebelum wafat 1989 M di Yordania.

Pada pembahasan adab guru dan murid beliau menjabarkan bahwa hendaknya kita tidak memasuki sebuah cabang ilmu kecuali jika telah menguasai cabang ilmu yang sebelumnya-karena ilmu-ilmu itu tersusun rapi secara berurut. Satu ilmu merupakan jalan yang memerhatikan susunan dan tahapan tersebut. Hendaknya tujuan dalam pencarian ilmu adalah peningkatan kepada ilmu yang lebih tinggi.

Oleh karena itu tidak boleh menilai tidak benar suatu ilmu lantaran penyimpangan yang dilakukan oleh sebagian orang-orang yang menekuninya, atau lantaran kesalahan satu atau beberapa orang saja dalam ilmu itu, atau lantaran pelanggaran mereka terhadap konsekuensi amaliah dari ilmu mereka.

Banyak orang membahas suatu ilmu tidak mau mengkaji masalah ‘Aqliyyaah (yang berkaitan dengan akal) dan masalah figihiyyaah (berkaitan dengan fiqih) sambil beralasan bahwa seandainya masalah-masalah itu memiliki dasar, niscahaya sudah dicapai oleh ahlinya.

Luas sekali pembahasan beliau dan disertai pula dengan ayat-ayat Quran dan hadist yang mendukung jadi tidak menyimpang dari materi dan permasalahan.

***

Tuesday, August 19, 2008

MEREKA yang KEmbaLI

Spesifikasi Buku

Judul Asli : Mukhtashar Kitabit-Tawwabiin
Penerbit : Risalah Gusti
Pengarang : Ibnu Qudamah Al-Magdisy
Tebal : 397 Hal.
Tahun : cetakan ketiga 2000
Harga : Rp. 24.000
Tgl Beli : Apryl 9, 2001

Makna tobat, berarti kembali dari perbuatan-perbuatan tercela menuju pada tingkah laku terpuji dalam syariat. Karena itu TOBAT merupakan tahap awal bagi para penempuh jalan spiritual.

Buku ini tergolong langka menurut penerbitnya dalam khazanah literatur Islam. Selain menuturkan kisah-kisah orang terdahulu yang “KEMBALI” (TOBAT), termasuk di dalamnya tobatnya malaikat, nabi, ulama, khalayak awam dan kisah pertobatan orang-orang yang masuk islam, sejak zaman NAbi Adam as. hingga generasi muthahir, dan penulisannya dengan gayaFeatures.

Selama ini kita tidak pernah tahu pertobatan yang dilakukan mulai dari para malaikat sampai pertobatan orang-orang yang memeluk Islam. Lihatlah isi dalam buku ini;

  • Tobatnya malaikat Allah
  • Tobatnya para nabi sebelum masa Rasulullah SAW.
  • Tobatnya para penguasa sebelum masa rasulullah SAW.
  • Tobatnya umat-umat terdahulu sebelum masa Rasulullah SAW.
  • Tobatnya perorangan umat terdahulu sebelum Rasulullah SAW.
  • Tobatnya para sahabat pada masa Rasulullah SAW.
  • Tobatnya para penguasa sesudah masa Rasulullah SAW.
  • Tobatnya Perorangan sesudah masa Rasulullah SAW.
  • Kisah Orang-orang yang memeluk Islam.

Pada bab 129 tentang Islamnya seorang YAHUDI dermawan, dikisahkan seorang muslim saleh sedang didatangi sekelompok orang di rumahnya lalu ia ingin menjamu tamu-tamu itu tapi ia tidak memiliki apapun lalu ia pergilah ke seorang hakim tapi hakim tersebut tidak mau memberikannya dan akhirnya dia meminta tolong pada seorang yahudi dan ternyata orang yahudi tersebut memberikan apa yang dibutuhnya si muslim saleh ini.

Sedang si hakim pada malamnya bermimpi berada di sebuah istana yang terbuat dari mutiara berwarna merah. Ketika ia ingin masuk dihadang dikatakan bahwa istana ini bukan buat dirinya tapi si Fulan yang beragama yahudi seketika terbangunlah dirinya.

Ke esokkan harinya ia menemui muslim saleh untuk menanyakan tentang perihal kemarin lalu diceritakan bahwa yang menolongnya adalah si yahudi. Maka di temuinyalah si yahudi dan ia pun bertanya, “Kamu mempunyai istana di surga apa yang sudah kamu berikan wahai yahudi?, maukah kamu menjualnya pada ku?,” si yahudi menjawab: Tidak”, saya memberikan apa yang di butuhkan muslim saleh lalu memintanya mengajari ku Islam!”. Si hakim hanya terdiam.

Karena si yahudi melihat ketulusan muslim saleh yang ingin menjamu tamu tak di kenal dan tidak membedakan dirinya yang seorang yahudi dan meminta bantuan padanya maka ketakjuban dan keikhlasan si yahudi menolong sehingga Tuhan menggerakkan si yahudi masuk Islam.

Di bab terakhir 132 : Islamnya seorang DOKTER NASRANI dermawan, dikisahkan sebagian ulama sufi pernah keluar bersama kaumnya. mMereka berjumlah 40 orang dan telah bermukim 3 hari dan selama itu tidak pernah makan dan minum.

Ulama sufi lalu berkata pada kaumnya untuk mencari bahan makanan lalu keluarlah salah seorang fakir berjalan sampai ke pinggiran kota Baghdad. Berhenti di toko obat seorang Dokter Nasrani lalu si dokter bertanya:” apa yang kamu cari?,” sikair hanya diam dan menjulurkan tangannya. Ketika dokter itu memeriksa dia memerintahkan anak buahnya untuk membeli roti, daging dan buah-buahan ke pasar.

“Sebenarnya tidak hanya aku saja seperti ini tapi kami terdiri 40 orang yang menderita seperti ini,” lirih si fakir lalu sang dokter meminta dibelikan 40 roti, daging dan buah-buahan.

“Bawalah semua untuk kaummu!”. Sang dokter memerintahkan pembantunya untuk menolong membantu membawakan si fakir. Tapi tanpa sepengetahuan si fakir sang dokter membuntuti untuk membuktikan kebenarannya.

Ketika makanan tersebut sudah sampai dan hendak menikmati tiba-tiba ulama sufi melarang,”Sukakah kalian memakan makanan milik orang Nasrani yang memberikan kepada kalian tanpa ada suatu imbalan untunya?”, “Imbalan apakah yang harus kami berikan?,” Tanya mereka serentak. “Sebelum kita memakannya, kita harus mendoakannya agar dia diselamatkan dari api neraka,” kata ulama sufi.

Ketika mereka sedang mendoakan si dokter Nasrani itu, tiba-tiba Dokter itu mengetuk pintu rumah kaum tersebut dan setelah di buka dengan segera sang dokter masuk ke dalam rumah dan tanpa ragu-ragu meminta di tuntun bersyahadat,”Asyahadu allaa ilaaha illallaah, wa asyadu anna Muhammadan rasulullah (Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah)”.

Tuhan tidak akan membiarkan seorang yang ikhlas dermawan tanpa memandang perbedaan agama berada dalam kesesatan agama yang di anutnya, maka masuk Islamlah sang dokter itu.

***

Wednesday, July 23, 2008

IMAN dan KeUTAMAAN "A M A L I A H"

Spesifikasi Buku

Judul Asli : Syarafu Ummati Muhammad
Penerbit : Raja Grafindo Persada
Pengarang : Sayyid Mauhammad Alawi Al-Maliki
Tebal : 168 Hal.
Tahun : 2000
Harga : Rp. 11.000
Tgl Beli : Kamis, April 5, 2001

Tuhan telah mengistimewakan umat Rasululah SAW. dengan berbagai keutamaan dan keutamaan dengan keunggulan. Diantara keistimewaan itu ada yang hanya di miliki Rasululah sendiri, artinya tidak bisa diikuti dan ditiru oleh umat-umat sebelumnya, dan diantaranya lagi ada keistimewaan yang bisa diikuti dan ditiru oleh umat lain.

Dibuku ini inti keistimewan ialah; “Keteguhan Iman dan kesempurnaan keyakinan umat Rasulullah kepada Allah.” Dan dibuku ini pula diterangkan bahwa hadist dhaif yang kita tahu adalah tidak bisa diamalkan dalam akidah dan hukum, namun boleh diamalkan tapi dalam bentuk pada fadhailul a’mal (keutamaan amal), targhih (anjuran), tarhih (ancaman) dan dalam menerangkan atau mengungkapkan sejarah/riwayat hidup. Lebih rincinya pada kitab ”Al-Manhalul Latief,” yang di pakai sebagai dasar dan pedoman para Imam dan Ulama.

Untuk menengahi perbedaan pendapat boleh atau tidak hadist dhaif mereka memberikan beberapa syarat yang di ungkapkan oleh Al-Hafiz Ibnu Hajar :
Hadist tersebut dalam lingkup fadhail (keutamaan a’mal)
Kedhaifannya tidak keterlaluan, sehingga ia tidak bisa diamalkan sebab diriwayatkan oleh seorang pembohong, orang yang dituduh bohong dan orang yang buruk hafalannya.
Hadist itu berada di bawah tingkatan hadist asal (pokok) yang diamalkan.
Tidak diyakini ketetapannya pada waktu diamalkan, tetapi diyakini kehati-hatiannya.

Siapa-siapa saja yang menerima hadist dhaif berdasarkan fadhail (keutamaan), yaitu;
Al Imam An-Nawawi kitab At-Targhih
Imam Al-I’raqi kitab Syarah kitab Alfiah
Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Syarah kitab An-Nahhah
Asy-Syaikh Abu Yahya Zakaria Al-Anshari dalam kitab Syarah Alfiyah Al-Iraqi
Al Hafuz As-Suyuti dalam kitab At-Tadrih
Ibnu Hajar Al-Makki dalam kitab Syarah kitab Arba’in
Al-‘Allamh Al Laknawi dalam risalah Al-Ajwihah Al Fadhilah ( banyak sekali pembahasan tentang hadist dhaif)
As-Sayyid Al Imam Al-Walid Sayyid ‘Alawi Al-Maliki rahimullah dalam risalah khusus membahas tentang hadist dhaif.

Pada bab 13 (kebetulan sekali angka ini meski kebanyakakn orang bilang angka sial dan menakutkan justru saya seringkali menemukan ada banyak hal menarik contohnya pada judul bab ini ; Keutamaan SEDEKAH dan Orang-orang yang mengeluarkannya).

Diriwayatkan dari Amr bin ‘Auf katanya, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya sedekah orang islam dapat ;
· Menambah umur dan mencegah MATI BURUK maksudnya adalah dengan tambah umur bahwa keberkahan dalam umurnya dengan ditunjukkannya serta ditolong mengerjakan amal-amal yang saleh, sehingga dalam tahun-tahun yang sedikit ia sudah berhasil mengerjakan kebaikan yang tidak dilakukan oleh orang lain pada beberapa tahun.
· Menghilangkan keTUAan
· Menghilangkan keFAKIRAN dan keSOMBONGAN maksudnya adalah sedekah dapat menambah harta dan membuatnya berkah dan dapat menolak beberapa kerusakan. Nabi SAW. Bersabda: “Tidaklah berkurang harta yang disedekahkan.” (HR. Muslim).

Rasulullah bersadba: “Berbahagialah orang yang diberi petunjuk MEMELUK ISLAM, sedangkan penghidupannya cukup dan ia puas dengan pemberian Allah.” (HR. Tirmizi dan ia berkata: ini hadist shahih).
Banyak harta bukanlah merupakan ukuran KEPUASAN BATIN seseorang. Demikian pula sedikitnya harta bukan merupakan ukuran KEMELARATAN seseorang.
Tapi, “Tidaklah orang yang memberi karena lapang rezekinya itu lebih besar pahalanya dibanding orang yang menerima (sedekah) jika ternyata ia membutuhkan.” (HR. Thabrani dalam kitab Al-Ausath).

RENUNGKANLAH kembali apakah kita bersedekah pada orang yang membutuhkan… atau pada orang yang amat sangat membutuhkan sedekah itu? Jangan-jangan kita bersedekah hanya yang penting sedekah…, menyerahkan pada lembaga atau yayasan sosial atau kotak amal masjid tanpa pernah ingin menemukan orang-orang yang sungguh-sungguh membutuhkan sedekah kita padahal di sekeliling kanan-kiri atau depan-belakang rumah kita terkadang tidak pernah kita TAHU…, ada yang berteriak… Lapaaaaaaaaaaaaaaar….
***

Saturday, July 19, 2008

SUFISME & Penyempurnaan D I R I

Spesifikasi Buku

Judul Asli : Growth To Selfhood: The Sufi Contribution

Penerbit : Raja Grafindo Persada

Pengarang : A. Reza Arasteh

Tebal : 213 Hal.

Tahun : 2000

Harga : Rp. 13.000

Tgl Beli : Kamis, Apryl 5, 2001

Buku ini membahas pola-pola dan proses pertumbuhan menuju kesempurnaan diri di kalangan kaum Sufi. Menurut Sufi, diri yang sesungguhnya adalah bukan lingkungan dan kebudayaan yang tumbuh di dalam diri kita, melainkan pada dasarnya ia merupakan produk jagat raya dalam evolusi.

Kata “aku”, “dia” atau “ia” dengan lebih baik bisa mengindentifikasikan diri sejati dibandingkan “aku” atau “kami”. Dalam pengertian Sufisme terdiri dari dua tahapan :

  1. Lewat melampaui “aku” dan
  2. Menjadi sepenuhnya menyadari akan “aku”

Mungkin untuk pertama kali membaca buku ini akan banyak “bingung” dan “kacau pikiran” tapi jika terus memahaminya tidaklah begitu sulit karena Drs. Ilzamudin Ma’mur. MA. yang menterjemahkannya betul-betul mensesuaikan pada nalar pembaca, mungkin hanya masalah biasa dan tak biasa membaca buku jenis ini.

Mari membedah daftar isinya supaya anda lebih mudah menafsirkan seperti apa pembahasan buku ini;

  • Sifat organik diri dalam sufisme
  • Struktur dan anatomi diri konvesional
  • Agama:Mekanisme transisi pertumbuhan menuju kedirian
  • Dari seorang muslim menjadi Allah
  • Munculnya suara batin dan saat resolusi
  • Mekanisme ganda jalan Sufi, Tahapan perubahan kepribadian, Keadaan-keadaaan Psikis:Analisa Proses, Perubahan batin
  • Hirarki kepribadian Sufi
  • An;Saat kreatif : Titik puncak keSufian

Pembagian diri yang sudah kita ketahui adalah diri sebagi makhluk Tuhan dan diri makhluk sosial tapi di dunia Sufi membaginya dalam 7 bagian, susunan pada “diri konvensional” adalah variasi dari berbagai diri. Ia meliputi;

1. Diri parental

2. Diri generasi

3. Diri Sosial

4. Diri professional

5. Diri kebapakan atau keibuan

6. Diri nasional

7. Diri histories

Jalaludin Rumi mengatakan:”Aku makan cahaya yang merupakan esensi jiwa; aku tidak makan kaki kambing yang penuh dengan tulang”, tetapi banyak orang hidup untuk makan bukannya makan untuk hidup. Seringnya kita diperbudak oleh makanan.

Secara salah, kita percaya bahwa konflik atau pertentangan adalah wajar. Dan konflik adalah pembawaan sejak lahir dalam diri kita. Dan kita sering merenungkannya. Juga hal yang lain seringkali kita mengkultuskan “manusia tidak pernah PUAS”, ya, kesimpulan dari apa yang tidak pernah terpuaskan pada diri kita tapi apakah kita harus mencari kepuasan itu?..., jika pemahamannya manusia tidak pernah puas.

Saya rasa kita disini (dunia ini) kita adalah untuk mengubah konflik kepada keselarasan. Juga pada ketidak puasan yang ada didiri manusia bukanlah untuk mencari dan mencarinya terus menerus sampai terpuaskan karena jika pemahamannya adalah “manusia tidak pernah PUAS” lalu mengapa kita mencari KEPUASAN itu?...

Menurut saya banyak sekali manfaat dalam memahami buku ini selain mengajari pemikiran kita yang terkadang menurut kita dan ego adalah suatu kebenaran mutlak padahal kita sudah terjebak pada pemahaman umum yang tanpa disadari kita sudah terbawa arus mengikutinya padahal arus itu belum tentu menuju pada kebenaran yang hakiki lalu kita masuk dalam nalar pengkultusan sebuah kalimat tanpa nalar yang luas…

***

Friday, July 4, 2008

Kunci-kunci RAHASIA S U F I

Spesifikasi Buku

Penerbit : Srigunting (Rajagrafindo Persada)

Pengarang : Fahullah Gulen

Tebal : 261 Hal

Tahun : 2002

Harga : Rp. 15.500

Tgl Beli : Rabu, June 12, 2002

Kadang bahasa SUFI menggunakan hiperbolisme yang berfungsi ganda : menyingkap sekaligus menyembunyikan. Bahasa sufi adalah bahasa dzawq, rasa, dan hati. Bahasa sufi tak dimaksudkan untuk mewadahi secara sempurna makna dan pengalaman yang dirasakan oleh para sufi, tapi lebih merupakan symbol.

Sebab, bahasa bagaimanapun juga adalah semacam konvensi atau kesepakatan, dan karenanya mengandung keterbatasan sedangkan pengalaman ruhaniah adalah dunia tanpa batas, atau, meminjam ungkapan In’Arabi, sebuah samudera tanpa pantai.

Yang terbatas mustahil mewadahi yang tak terbatas; yang terbatas hanya bisa menjadi isyarat atau ayat dari yang tak terbatas adalah bahasa Al-quran: alam semesta yang terbatas adalah ayat-ayat ata tanda-tanda dari adanya Allah Yang Maha Tak Terbatas.

Kegagalan memahami bahasa dan simbolisme Sufi akan menimbulkan kesalahpahaman yang fatal yang ujung-ujungnya bisa membuat kita menilai ajaran mereka sesat.

***

Monday, June 23, 2008

Syair-syair ASMAUL HUSNA

Emha Ainun Madjib

Subhanallah!, buku ini sangat, sangat, mengharu biru…., Asma Alhusna, 99 sifat-sifat Allah diterjemahkan kedalam syair-syiar yang begitu Amazing… bagaimana tidak, selama ini kita hanya menghafal dan berdzikir Asma Alhusna ini tapi lewat tangan lembut dan piawai seorang ‘budayawan sufi’ saya menyebutnya, mengapa tidak saya katakana budayawan seni??? Karena Emha bukan saja budayawan seni sastra saja atau budayawan seni sastra yang beraliran religi tapi karena kereligiusan Emha menurut saya sudah pada tingkatan sufi, coba anda simak saya sangat suka pada bab Asma Alhusna yang ini;

Ar Rozzaq

Andaikan cukup banyak orang yang bersedia

mengisi kehidupan dengan setia mencari

bahan untuk mensyukuri kemahakayaan Tuhan

Tentulah tak perlu kita bangun gedung

yang terlalu tinggi, mesin-mesin industri,

alat-alat muluk, konsumsi-konsumsi mewah

yang hanya akan menjerat leher sendiri

Namun, inilah zaman dengan peradapan paling

tinggi, di mana kebhagianan dan kesejahteraan

makin jauh untuk bisa di gapai

Inilah abad dengan kebudayan paling gemerlap

di mana kesengsaraan manusia telah sampai

pada titik paling mutlak dan rohani

umat memasuki ruang yang gelap

Inilah kurun sejarah di mana rembulan telah

bisa dijadikan layang-layang, dimana bumi

digengam cukup dengan alat satu

dua inchi, dimana kemampuan perhubungan

telah menjadi luas dunia

menjadi satu mili, sehingga memungkinkan

segala kebobrokan ini di tutup-tutupi.


Dan masih banyak bab-bab dari Asma Al husna yang 99 itu di syiarkan untuk menterjemahkan tiap satu persatu sifat Allah, mau tahu isi syairnya……… großartig/fantastisch yang lebih lagi toll !!! (Amazing!!!).

Gak rugi deh beli buku ini buat yang suka PUISI pasti sama dengan saya menilainya, tapi rugi banget kali buat yang tidak ngerti seni sastra/Prosa. Syair-syair Ehma dapat menghipnotif jiwa dan ruhani kita yang kering karena rutinitas hidup yang seperti roll diulur terus menerus yang kadang uluran roll tersebut macet atau rusak dan sebagainya, hidup penuh fluktuasi kayak sekarang saja sudah susah…….. harus susah lagi………… jadinya susah keluar dari susah……, dan susahnya bukannya memperbaiki susah malah yang ada terus menambah susah………., si susah ya dasar susah!!! Hiks, hiks…wekeke..

***

Thursday, May 1, 2008

AJARAN-AJARAN SUFI

Buku ini adalah sebuah buka karya besar Kalabadzi (w. 995), para ahli mensejajarkan dengan karya-karya agung di bidang tasawuf seperti Risala-nya Qusyairi dan Qut Al-qulub-nya Makki.

Buku ini tentang arti dan akar-akar kata istilah shufi, daftar nama-nama para sufi besar. Mengungkapkan tentang aqidah islam menurut pemahaman shufi disertai dengan bukti bahwa tasawuf sebagai suatu sistem bukanlah bid’ah.

Berbagai maqamat dalam tasawuf, seperti ketakutan, harapan, cinta, dan sebagainya, dijelaskan di buku ini. Istilah-istilah teknikal para shufi dan fenomena tasawuf juga di bahas

Mungkin sebagian pembaca ada yang sudah tahu benar siapa beliau atau pernah mendengar tapi tidak mempunyai karya beliau, atau saya pun tidak menutup kemungkinan bahkan ada yang tidak tahu sama sekali siapa beliau dan karyanya?...

Saya sendiri tidak bermaksud untuk membahas siapa beliau?, Buku ini adalah buku tentang tasawuf PERTAMA yang saya beli pada Rabu, 6 September 1995 dengan harga Rp. 8500. Buku ini mengingatkan saya pada suatu peristiwa ‘Titik baliknya keturunan muslim yang mendapat hidayah Illahi”, saya menterjemahkan mendapat hidayah bahwasannya hidayah itu didapat bukan hanya pada orang kafir saja tetapi hidayahpun didapat pada seorang muslim juga dan dialami semua manusia pada peristiwa apapun. Ceritanya seperti ini: ketika itu beberapa hari sebelumnya saya mengantar kedua orang tua menunaikan ibadah haji sebelumnya pada saat itu keluarga jamaah diperbolehkan mengantar sampai asrama haji.

Dikerumunan jama’ah yang akan berangkat ke bandara aura kesucian, gema panggilan Labbaik Allahuma labaik... oleh jama’ah-jama’ah dikumandangkan dan para pengantar menjadi terharu, tarikan magnet nama sang khalik begitu membuat hati bergetar dan getaran itu semakin kuat dan terus menerus, seperti aliran yang menjalar keseluruh tubuh layaknya sengatan listrik yang menghisap aliran darah sampai ke otak oleh gelombang eletromagnetik yang menjalar. Dan aliran darah di otak tak mampu lagi untuk stabil bekerja mengfungsionalkan organ tubuh disekitar kepala. Mata menjadi seperti terhalangi kabut dan penglihatan berkurang, badan terhipnotis dengan suatu kekuatan yang amat dahsyat,...

Dasyatnya panggilan itu sampai saya begitu lunglainya, lalu saya duduk untuk mengembalikan stamina. Ketika saya berusaha untuk memulihkan tenaga,... tiba-tiba yang saya lihat diantara penglihatan yang kabur, dengan kasat mata yang saya lihat adalah bukan lagi sekumpulan jama’ah-jama’ah tapi sekumpulan manusia berpakaian putih-putih dengan tempat yang luas bahkan sangat luas..., seperti sebuah lapangan yang menyerupai padang pasir... diantara keanehan yang saya lihat terdengar suara yang memanggil saya.., tapi saya masih terus berpikir untuk mengingat-ingat karena sepertinya saya pernah diberitahu perumpamaan sebuah tempat yang kelak di akhir zaman semua manusia akan dibangkitkan, kemudian saya mulai mengingatnya nama tempat itu... ya, Padang Mashyar, Subhanallah!, seru hati saya seperti inikah tempat dari sebuah nama itu, lalu saya tersentak oleh tepukan dibahu saya ternyata kakak saya memanggil untuk mengajak pulang.

Kejadian ini membuat saya terus berpikir karena saya seperti nyata mengalaminya, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak saya. Beberapa hari kemudian saya ke toko buku saya melihat-lihat judul-judul buku semua tidak menarik hati saya. Tapi ketika saya menemukan buku ini seperti ‘klik’ inilah yang saya cari lalu melihat-lihatnya kemudian saya menjadi bingung karena bahasanya membuat saya tidak mampu memahaminya. Rasa penasaran akhirnya saya membeli buku ini.

Sampai di rumah saya langsung membaca tapi saya kecewa karena saya tetap tak mampu untuk memahami bahasa dan isi buku ini, Tasawuf?..., belum pernah saya mendengar selama ini di cermah-ceramah baik di masjid dan di televisi. Kemudian saya malas untuk membacanya...

Tapi anehnya buku ini selalu saya bawa namun tak pernah saya baca. Salah seorang teman pernah mengatakan, “Hebat bacaanya SUFI!”, saya hanya sumringah karena dalam hati saya mengatakan,” baca aja belum-ngerti-ngerti hebat dari hongkong!”.
Tapi perkataan teman saya itu terngiang-ngiang ditelinga setiap melihat buku ini. Pada tahun 1998, hari dan tanggalnya saya lupa barulah saya rapel baca buku ini sampai habis..., Subhannallah dalam hati, mengapa saya baru memahami isi buku ini setelah 3 tahun kemudian apa maksud di balik semua ini ya Allah sehingga saya harus 3 tahun kemudian memahaminya?.

Tasawuf, kemudian semakin haus saya dengan buku-buku yang berhubungan dengan tasawuf dan buku-buku tentang sufi, semua saya lahap seperti seseorang yang sedang kasmaran terus-menerus mencari kehausan tentang dunia mistis.

Nasehat yang saya sukai dari dunia tasawuf adalah sebuah nasehat seperti ini: “Ingatlah sebenarnya hidup kita berjalan mundur bukan maju jika memahaminya dengan sangat dalam, kita hidup untuk menuju pada kematian maka dari itu persiapkan diri dengan bekal sebanyak mungkin untuk peristirahatan kita selamanya karena pertanggung jawaban yang kita pikul begitu sangat berat tanpa kita pernah tahu seberapa banyak pikulan yang kita bawa”, Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah... Allah maha Pengampun.

***